aku kembali lagi

setelah post ini 

yang mana tahun 2015, dan sekarang 2018, the time flies, rite?

mencoba lagi untuk berusaha konsisten

doanya ya,

terima kasih

keputusan

decision.

apa itu?

keputusan.

ya ya ya.....

setelah keputusan diambil plong rasanya (pada waktu itu)

tapi, kalau dipikir lagi saat ini pasti ada saja yang kita anggap kurang tepat keputusan itu..errr

seperti yang aku alami baru-baru ini. pusing!
kepikiran mengenai keputusan lalu yang sudah diambil.

balik lagi bahwa keputusan tersebut merupakan keputusan yang harus diambil dan yang paling tepat pada waktu itu.

tidak ada yang perlu disesali,
boleh kembali dipikirkan lagi, tapi hanya untuk mencari hal baik apa yang bisa diambil

sekian.

perlukah hair dryer?

Keramas di pagi hari pas jam kerja,
belum kering sudah berangkat kalo nggak mau telat.
keramas sore pulang kerja, malas dan tambah dingin. 
Trus kudu piye? 
Keramas pas libur sabtu minggu.
lha emang keramas seminggu sekali? *ting tong ting tong

Jadi perlukah hair dryer?
Jawabannya, perlu nggak perlu. Alasannya, ya perlu nggak perlu juga.

Perlu hair dryer biar rambut cepet kering nggak bikin pusing. masa iya pake kipas angin sama setrikaan ? #upss

Sisi nggak perlunya, mempertimbangkan efek kalo pake hair dryer rambut gampang rusak, kata hair stylish, bukan aku =P. 
Lha piye maneh iki, bingung aku dadine.

Yoweslah, setelah timbang menimbang, diputuskan perlu menyediakan anggaran untuk pembelanjaan hair dryer. #tsah ~ apapun itu kalo sudah keinginan apalagi keperluan dan ada faktor penunjang pastilah tercapai, setuju? lalaa laa laa laa

note : nyari hair dryer yang murah, masih sayang duit soale belum punya peternakan duit lalalaaa :P
 

hey! hola! halo! Published @ 2014 by Ipietoon